TERIMA KASIH TEMAN.
Masa SMA, bagi sebagian besar orang adalah masa yang tak terlupakan dan merupakan masa yang paling menyenangkan namun juga rentan.
Kata-kata sahabat, teman, kebahagiaan, pacar, tugas sekolah, sampai kepada omelan ortu, selalu menjadi menu sehari-hari para abu-abuers.
Sebagai seorang yang termasuk di dalamnya, aku pun merasakan hal yang sama. Begitu indah, namun merepotkan. Berbagai komplikasi dihadapi. Kebenaran dan kesalahan berada dalam area abu-abu yang masih kucari perbedaan hitam putihnya.
Kebahagian merupakan suatu hal yang ingin kudapatkan, kesuksesan merupakan suatu impian yang tidak pernah lepas dari malamku, serta cinta merupakan suatu yang kuharapkan dapat mengisi hatiku.
Meskipun berbagai masalah sederhana yang memusingkan dan tidak penting mengisi hidupku, namun hidupku ini indah. Mungkin hidup orang lain lebih indah, juga ada yang menderita serta benar-benar sulit, namun hidupku yang sederhana ini merupakan hidup yang benar-benar kusyukuri.
Mendapatkan teman-teman yang paling luar biasa dalam hidupku, merupakan hal yang takkan pernah kulupakan. Mulai dari yang paling mudah bicara, sampai kepada yang dianggap bisu, mulai dari yang pandai ilmu pengetahuan alam bidang makhluk hidup, bidang hitungan dan logika, bidang kebumian sampai kepada bidang organisasi, komunikasi verbal dan kemampuan bahasa asing, semuanya terkumpul dalam suatu kominitas manusia yang menganggap dirinya autis dikarenakan kreatifitas yang dahsyat yang dimiliki oleh teman2ku ini. Bahkan tidak ketinggalan juga dalam bidang kesenian, mulai dari tarik suara, kemampuan visual dan imajinasi ruang, kemampuan kerajinan tangan, kemampuan ber-akting sampai kepada kemampuan menulis kata-kata puitis nan indah dan membacakannya dengan penuh intonasi dan irama yang indah. Serta berbagai kemampuan lainnya yang mungkin tak kuketahui.
Teman2 yang sempurna bagiku, memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang saling melengkapi. Kekeluargaan yang erat dan saling mengerti dan menjaga. Sebuah tali kekeluargaan yang kuharapkan akan selalu ada dan terjalin dengan erat, tanpa ada perselisihan yang berlarut-larut yang dapat menimbulkan perpecahan. Teman-teman yang membuatku bahagia, tersentuh, tersadar, mengerti, terharu, ingat, tertawa, tersenyum, memberi semangat dan harapan, yang membuat hidupku penuh dengan warna.
Terima kasih teman, aku sayang kalian. Maaf jika selama ini aku tak mengerti meskipun kalian berusaha menjelaskan, maaf jika aku salah saat kalian berusaha membenarkan, maaf jika aku terdiam saat kalian ajak bicara, maaf jika aku termenung saat kalian beri kejutan, maaf jika aku tidak ada saat kalian butuhkan.
Mungkin benar apa kata pepatah, “I meet you as a stranger, and now I leave you as a friend.”
Itulah teman, kau akan memahaminya saat kau meninggalkannya, karena dengan perpisahan kau akan mengerti arti pertemuan.
Terima kasih teman.
by: gamaliel sangga buana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar